Syaikhul Islam kemudian berkata,
"Barangsiapa yang mengingkari salah satu dari empat khalifah ini, maka dia lebih
sesat daripada keledainya."
Penjelasan:
Yaitu mengingkari kekhalifahan (pemerintahan) salah satu
di antaranya dengan mengatakan, "Ia tidak berhak menjadi
khalifah," atau, "Dia lebih berhak daripada khalifah
sebelumnya," maka dia lebih sesat daripada keledai.
Wallahu a'lam.
Syaikhul Islam berkata,
"Ahlussunnah berlepas diri dari sikap Rafidhah yang membenci dan mencaci
para Sahabat."
Penjelasan:
Mereka dinamakan Rafidhah (berarti 'yang menolak') karena
menolak jawaban Zaid bin Ali bin Husain bin Ali bin Abu
Thalib yang menjawab pertanyaan mereka tentang Abu
Bakar dan Umar, "Keduanya para pembantu/pendamping
kakekku (Rasulullah)."
Kelompok Rafidhah mengingkari dan membenci sahabat
dengan hati dan lidah mereka.
1. Dalam hati, mereka membenci sahabat Nabi, kecuali
sejumlah sahabat yang mereka jadikan sebagai perantara
untuk mendapatkan keinginan mereka dan bersikap
ghuluw (berlebih-lebihan) kepadanya, yaitu kepada Ahlu
bait.
2. Dengan lidah, mereka mencela dan melaknat para
sahabat. Mereka berkata, "Para sahabat telah berlaku
zalim dan murtad sesudah Nabi wafat, kecuali sedikit
saja dari mereka." Dan perkataan-perkataan lain yang
terdapat dalam kitab-kitab mereka yang terkenal.
Pada hakikatnya mencela para sahabat bukan terbatas
pencelaan kepada mereka saja, akan tetapi tertuju kepada
para sahabat, Nabi, syariat Allah, dan dzat Allah.
1. Dikatakan mencela para sahabat karena telah jelas dari
lontaran ungkapan-ungkapan Rafidhah.
2. Dikatakan celaan kepada Nabi karena mereka adalah
sahabat dan teman dekat beliau, serta pemimpin kaum
muslimin sesudah beliau. Di samping itu, karena berarti
mendustakan pemberitaan Nabi tentang keutamaan para
sahabatnya.
3. Dikatakan celaan kepada syariat karena mereka adalah
perantara sampainya syariat yang dibawa Nabi kepada
kita. Apabila hilang kepercayaan kita terhadap mereka,
maka nukilan syariat agama ini tidak ada yang benar.
4. Dikatakan celaan kepada Allah karena Allah-lah yang
mengutus Nabi-Nya kepada sebaik-baik umat. Allah-lah
yang telah memilih para Sahabat sebagai sahabat Nabi-
Nya serta pembawa syariat guna disampaikan kepada
umat.
Maka, lihatlah akibat penghinaan Rafidhah terhadap para
sahabat. Kita berlepas diri dari orang-orang yang mencela
dan membenci para sahabat, dan kita mencintai para
sahabat karena keimanan dan ketakwaan mereka, serta
pertolongan mereka kepada Nabi.
Syaikhul Islam berkata,
Sponsor link:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar