Senin, 27 Juli 2015

Sahabat Nabi di Mata Ahlus Sunnah wal Jamaah Syekh Utsaimin

Bagian 5:

Apabila seseorang mencela mereka secara umum, maka dia
telah kafir, bahkan mereka yang ragu tentang kekafiran
orang ini pun telah kafir. Adapun apabila dia mencela
secara khusus (salah seorang dari mereka), maka dilihat
sebab yang mendorongnya melakukan perbuatan itu. Hal
ini mengingat orang yang mencela sahabat secara khusus
adakalanya mencelanya karena bentuk tubuh, akhlaq, atau
agama sahabat yang bersangkutan. Masing-masing sebab
pencelaan tersebut memiliki hukumnya sendiri-sendiri.

Syaikhul Islam berkata:

"Ahlussunnah wal Jamaah menerima berita yang datang dari al-Qur'an, as-
Sunah, dan Ijma' tentang keutamaan-keutamaan dan tingkatan-tingkatan para
shahabat."

Penjelasan:
Ahlussunnah wal Jamaah menerima berita tentang
keutamaan dan tingkatan mereka, seperti:
1. Berita tentang banyaknya shalat, sedekah, puasa, haji,
jihad, atau keutamaan-keutamaan mereka yang lain.
2. Berita bahwa Abu Bakar adalah satu-satunya sahabat
Nabi yang bersama beliau dalam gua tatkala dalam
perjalanan hijrah ke Madinah.
3. Demikian pula berita tentang Umar, Utsman, dan Ali
serta selain mereka.
4. Demikian juga Ahlussunnah menerima adanya
perbedaan tingkatan di antara sahabat. Ahlussunnah
menyatakan bahwa Khulafa Rasyidin adalah yang paling
tinggi tingkatannya pada umat ini. Dan yang paling tinggi
tingkatannya di antara Khulafa Rasyidin adalah Abu
Bakar, kemudian Umar, kemudian Utsman, dan
kemudian Ali sebagaimana yang akan disebutkan oleh
Syaikhul Islam.

Sponsor link:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar