Syaikhul Islam berkata,
"Dan tidak akan masuk neraka seorang pun yang berbaiat 'di bawah pohon',
sebagaimana telah diberitakan oleh Nabi Bahkan Allah telah ridha kepada
mereka, dan mereka pun ridha kepada Allah. Jumlah mereka lebih dari 1.400
orang."
Penjelasan:
Orang-orang yang berbaiat di bawah pohon ini juga disebut
pelaku Baiat ar-Ridwan. Adapun sebab terjadinya baiat ini
adalah bahwa Nabi keluar dari Madinah menuju Mekah
untuk melaksanakan umrah bersama sahabatnya yang kala
itu berjumlah sekitar 1.400 orang. Tiada maksud mereka
saat itu selain berumrah.
Tatkala sampai di tempat bernama Hudaibiyah, orang-orang
musyrikin mengetahui kedatangan beliau dan para
sahabatnya, maka mereka melarang beliau dan para
sahabatnya masuk Mekkah karena menganggap merekalah
ahli dan penjaga Baitullah (Ka'bah). Padahal Allah
berfirman,
"...dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak
menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai(nya),
hanyalah orang-orang yang bertakwa." (QS. al-Anfal: 34)
Maka terjadilah perundingan antara rombongan Rasulullah
dan kaum musyrikin. Kemudian Allah memperlihatkan
salah satu tanda dari tanda-tanda-Nya dalam peristiwa ini
yang menunjukkan bahwa lebih baik Rasulullah mengalah
(dalam perundingan itu) karena hal itu akan berdampak
kebaikan dan kemaslahatan bagi mereka. Tanda itu adalah
unta beliau menderum dan enggan berjalan.
Lalu Rasulullah mengutus Utsman bin Affan untuk
mengajak penduduk Mekkah berislam dan memberitakan
kepada mereka bahwa Nabi datang semata-mata untuk
umrah sebagai bentuk pengagungan kepada Ka'bah. Namun
kemudian tersebar berita bahwa Utsman telah dibunuh,
dan hal itu dianggap masalah besar bagi kaum muslimin.
Maka Nabi mengajak para sahabatnya berbaiat untuk
memerangi penduduk Mekkah yang telah membunuh
utusan Rasulullah, karena seorang utusan tidak boleh
dibunuh. Maka para sahabat membaiat Nabi untuk
berperang dan tidak akan lari karena takut mati. Nabi
berada di bawah sebuah pohon ketika menerima baiat dari
para sahabatnya itu.
Akan tetapi, akhirnya menjadi terang bagi mereka bahwa
Utsman tidak dibunuh. Maka para utusan masing-masing
pihak datang dan pergi antara Rasulullah dan Quraisy
sampai akhirnya terjadi Perdamaian Hudaibiyah yang pada
akhirnya menjadi kemenangan yang nyata bagi Rasulullah.
Allah telah berfirman tentang mereka yang terlibat bai'at
tersebut,
"Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang
mukmin ketika mereka berbaiat (janji setia) kepadamu di
bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam
hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka
dengan memberi balasan kepada mereka dengan
kemenangan yang dekat (waktunya). Serta harta rampasan
yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah
Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. al-Fath: 18-19)
Termasuk di antara mereka adalah Abu Bakar, Umar,
Utsman dan Ali.
Dalam ayat tersebut Allah melekatkan kepada mereka sifat
keimanan. Ini menunjukkan bahwa setiap orang dari
mereka telah dipersaksikan oleh Allah sebagai mukmin yang
diridhai. Di samping itu, Nabi juga telah bersabda tentang
mereka, "Tidak ada seorang pun yang telah berbaiat di
bawah pohon itu akan masuk neraka." (HR. Abu Dawud
[4653] dan Tirmidzi [3860])
Dengan demikian, berdasarkan al-Qur'an Allah ridha
kepada mereka dan berdasarkan as-Sunnah mereka tidak
akan masuk neraka.
Sponsor link:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar