Syaikhul Islam berkata,
"Ahlussunnah mempersaksikan terhadap orang-orang yang telah dipersaksikan
oleh Rasulullah sebagai penduduk surga, seperti kepada 10 orang sahabat,
Tsabit bin Qais bin Syammas, dan sahabat-sahabat lainnya."
Penjelasan:
Persaksian sebagai penduduk surga ada 2 bentuk:
1. Persaksian yang berkaitan dengan sifat tertentu.
2. Persaksian yang berkaitan dengan orang tertentu.
Adapun persaksian yang dikaitkan dengan sifat tertentu,
maka kita bersaksi bahwa setiap mukmin pasti masuk
surga, dan setiap orang yang bertaqwa pasti masuk surga,
tanpa menunjuk orang tertentu. Persaksian seperti ini
namanya persaksian umum. Wajib bagi kita untuk bersaksi
demikian karena Allah telah memberitakannya.
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh
kenikmatan. Mereka kekal di dalamnya; sebagai janji Allah
yang benar. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi
Mahabijaksana." (QS. Luqman: 8-9)
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari rabbmu dan
kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang
disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali
Imran: 133)
Adapun persaksian yang dikaitkan dengan orang tertentu,
maka caranya adalah dengan kita bersaksi bahwa si fulan
atau beberapa orang tertentu merupakan penghuni surga.
Persaksian seperti ini dinamakan persaksian khusus.
Kita memberikan persaksian kita terhadap orang-orang
yang telah dipersaksikan oleh Rasulullah, baik untuk
seseorang tertentu maupun beberapa orang tertentu, bahwa
mereka sebagai penduduk surga.
Contohnya sebagaimana yang telah disebutkan oleh
Syaikhul Islam dengan perkataan beliau "10 orang." Yang
beliau maksudkan adalah 10 orang sahabat yang diberi
kabar gembira oleh Rasulullah sebagai penduduk surga.
Mereka digelari dengan gelar seperti ini karena Nabi
menyebutkan mereka semua dalam satu hadits yang sama.
Mereka adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah bin
Ubaidah, az-Zubair bin al-Awwam, Abdurrahman bin Auf,
Sa'ad bin Abi Waqqas, Sa'id bin Zaid, dan Abu Ubaidah
Amir bin al-Jarrah.
Rasulullah bersabda, "Abu Bakar di surga, Umar di surga,
Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, az-Zubair di
surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa'ad di surga, Sa'id di
surga, dan Abu Ubaidah bin al-Jarrah di surga." (HR. Abu
Dawud [4649] dan Tirmidzi [3747])
Kita wajib menyatakan bahwa mereka masuk surga karena
Nabi telah menyatakan demikian. Adapun yang
dimaksudkan oleh Syaikhul Islam "Tsabit bin Qais bin
Syammas" adalah Tsabit bin Qais yang merupakan salah
satu juru khutbah Nabi yang memiliki suara yang sangat
keras.
(Dia sempat merasa sedih) tatkala Allah menurunkan
firman-Nya,
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah
kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana
kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian
yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu
sedangkan kamu tidak menyadari." (QS. al-Hujurat: 2)
Dia takut amalnya telah terhapus sedangkan dia tidak
menyadarinya. Akhirnya, dia bersembunyi saja di
rumahnya, tidak keluar. Sampai kemudian Nabi merasa
kehilangan dia. Beliau lantas mengutus seseorang untuk
menanyakan alasannya tidak keluar rumah. Dia menjawab,
"Karena Allah telah menurunkan firman-Nya (yaitu ayat di
atas) padahal akulah orang yang telah mengeraskan suara
melebihi suara Rasulullah. Tentulah telah terhapus amalku
dan aku menjadi penghuni neraka." Utusan tadi lalu
menyampaikan kepada Rasulullah apa yang telah dikatakan
Tsabit, kemudian beliau bersabda,
"Pergilah engkau kepadanya dan katakan, 'Engkau bukan
penghuni neraka, namun penghuni surga.'" (HR. Bukhari
[3414, 4565] dan Muslim [119])
Adapun perkataan Syaikhul Islam "Dan sahabat-sahabat
Nabi yang lain," seperti para istri Nabi-karena mereka
berada satu derajat di surga bersama Nabi -, Bilal, Abdullah
bin Salam, Ukasyah bin Mihshan, Sa'ad bin Mu'adz
Sponsor link:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar