Syaikhul Islam berkata tentang sifat para sahabat:
Allah telah menyebutkan sifat mereka di dalam firman-Nya,
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), berdoa,
'Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah
beriman lebih dahulu daripada kami, dan janganlah Engkau membiarkan
kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan
kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.'" (QS. al-
Hasyr: 10)
Penjelasan:
Ayat di atas datang setelah 2 ayat sebelumnya (yang
menjelaskan sifat Muhajirin dan Anshar).
Pertama, firman Allah (tentang sahabat Muhajirin):
"(Juga) bagi para fuqara Muhajirin (yang berhijrah) yang
diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka
(karena) mencari karunia dan keridhaan dari Allah, dan
mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orangorang
yang benar." (QS. al-Hasyr: 8)
Tokoh Muhajirin adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali
bin Abu Thalib.
Dalam ayat ini, kalimat 'mereka mencari karunia dan
keridhaan dari Allah' menunjukkan keikhlasan niat mereka,
sedang kalimat 'dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya'
menunjukkan pengejawantahan amal mereka. Adapun
kalimat 'mereka itulah orang-orang yang benar' artinya
mereka melakukan demikian itu bukan karena riya' dan
sum'ah, akan tetapi karena kelurusan dan kejujuran niat
mereka.
Kedua, firman Allah tentang sahabat Anshar,
"Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan
telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka
(Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada
mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati
mereka terhadap apa-apa yang mereka berikan kepada
orang-orang Muhajirin; dan mereka lebih mengutamakan
(orang-orang Muhajirin) daripada diri mereka sendiri,
sekalipun sebenarnya mereka memerlukan (apa yang mereka
berikan itu)." (QS. al-Hasyr: 9)
Dalam ayat ini, Allah mensifati sahabat Anshar dengan 3
sifat:
1. Mereka mencintai orang-orang yang berhijrah kepada
mereka (yaitu, sahabat Muhajirin).
2. Mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka
terhadap apa-apa yang mereka berikan kepada sahabat
Muhajirin.
3. Mereka lebih mengutamakan (sahabat Muhajirin)
daripada diri mereka sendiri, sekalipun sebenarnya
mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).
Setelah itu, Allah berfirman,
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin
dan Anshar) berdoa, 'Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami
dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu
daripada kami.'" (QS. al-Hasyr: 10)
Orang-orang itu adalah para Tabi'in -yang mengikuti para
sahabat dengan penuh kebaikan- dan para pengikut mereka
sampai hari kiamat. Mereka memuji para sahabat dengan
menyebut mereka sebagai saudara dan mengakui bahwa
mereka telah lebih dahulu beriman, dan memohon kepada
Allah agar tidak menumbuhkan rasa dengki dalam hati
mereka terhadap para sahabat.
Maka barangsiapa yang menyelisihi para sahabat, mencela
mereka, dan tidak mengakui hak-hak mereka atas dirinya,
maka sungguh dia bukanlah termasuk golongan orangorang
yang difirmankan oleh Allah dalam ayat di atas.
Sponsor link:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar