1) Di antara rahasia diharamkannya
patung ini, walaupun dia itu bukan satu-satunya sebab, seperti anggapan
sementara orang yaitu untuk membela kemurnian Tauhid, dan supaya jauh dari
menyamai orang-orang musyrik yang menyembah berhala-berhala mereka yang
dibuatnya oleh tangan-tangan mereka sendiri, kemudian dikuduskan dan mereka
berdiri di hadapannya dengan penuh khusyu'.
Kesungguhan Islam untuk melindungi
Tauhid dari setiap macam penyerupaan syirik telah mencapai puncaknya. Islam
dalam ikhtiarnya ini dan kesungguhannya itu senantiasa berada di jalan yang
benar. Sebab sudah pernah terjadi di kalangan umat-umat terdahulu, dimana mereka
itu membuat patung orang-orang yang saleh mereka yang telah meninggal dunia
kemudian disebut-sebutnya nama mereka itu. Lama-kelamaan dan dengan sedikit demi
sedikit orang-orang saleh yang telah dilukiskan dalam bentuk patung itu
dikuduskan, sehingga akhirnya dijadikan sebagai Tuhan yang disembah selain
Allah; diharapkan, dan ditakuti serta diminta barakahnya. Hal ini pernah terjadi
pada kaum Wud, Suwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr.
Tidak heran kalau dalam suatu agama yang
dasar-dasar syariatnya itu selalu menutup pintu kerusakan, bahwa akan ditutup
seluruh lubang yang mungkin akan dimasuki oleh syirik yang sudah terang maupun
yang masih samar untuk menyusup ke dalam otak dan hati, atau jalan-jalan yang
akan dilalui oleh penyerupaan kaum penyembah berhala dan pengikut-pengikut agama
yang suka berlebih-lebihan. Lebih-lebih Islam itu sendiri bukan undang-undang
manusia yang ditujukan untuk satu generasi atau dua generasi, tetapi suatu
undang-undang untuk seluruh umat manusia di seantero dunia ini sampai hari
kiamat nanti. Sebab sesuatu yang kini masih belum diterima oleh suatu
lingkungan, tetapi kadang-kadang dapat diterima oleh lingkungan lain; dan
sesuatu yang kini dianggap ganjil dan mustahil, tetapi di satu saat akan menjadi
suatu kenyataan, entah kapan waktunya, dekat atau jauh.
2) Rahasia diharamkannya patung bagi
pemahatnya, sebab seorang pelukis yang sedang memahat patung itu akan diliputi
perasaan sok, sehingga seolah-olah dia dapat menciptakan suatu makhluk yang
tadinya belum ada atau dia dapat membuat jenis baru yang bisa hidup yang terbuat
dari tanah.
Sudah sering terjadi seorang pemahat
patung dalam waktu yang relatif lama, maka setelah patung itu dapat dirampungkan
lantas dia berdiri di hadapan patung tersebut dengan mengaguminya, sehingga
seolah-olah dia berbicara dengan patung tersebut dengan penuh kesombongan: Hai
patung! Bicaralah!
Untuk itulah maka Rasulullah s.a.w.
bersabda:
"Sesungguhnya orang-orang yang membuat patung-patung ini nanti di hari kiamat akan disiksa dan dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah patung yang kamu buat itu." (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Dan dalam hadis Qudsi, Allah s.w.t.
berfirman pula:
"Siapakah orang yang lebih menganiaya selain orang yang bekerja untuk membuat sesuatu seperti pembuatanku? Oleh karena itu cobalah mereka membuat zarrah (benda yang kecil), cobalah mereka membuat sebutir beras belanda." (Riwayat Bukhari dan Muslim)
3) Orang-orang yang berbicara dalam
persoalan seni ini tidak berhenti dalam suatu batas tertentu saja, tetapi mereka
malah melukis (memahat) wanita-wanita telanjang atau setengah telanjang. Mereka
juga melukis (dan juga memahat) lambang-lambang kemusyrikandan syiar-syiar agama
lainnya, seperti salib, berhala dan lain-lain yang pada prinsipnya tidak dapat
diterima oleh Islam.
4) Lebih dari itu semua, bahwa
patung-patung itu selalu menjadi kemegahan orang-orang yang berlebihan, mereka
penuhinya istana-istana mereka dengan patung-patung, kamar-kamar mereka dihias
dengan patung dan, mereka buatnya seni-seni pahat (patung) dari berbagai
lambang.
Kalau agama Islam dengan gigih
memberantas seluruh bentuk kemewahan dengan segala kemegahan dan macamnya, yang
terdiri dari emas dan perak, maka tidak terlalu jauh kalau agama ini
mengharamkan patung-patung itu, sebagai lambang kemegahan, dalam rumah-rumah
orang Islam.
Halal & Haram Dalam Islam
Oleh: Dr. Yusuf Al-Qardhawi
Kunjungi juga:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar